Proses kejadian nuṭfah menjadi ‘alaqah adalah empat puluh hari, dari ‘alaqah menjadi muḍgah” juga empat puluh hari. Kemudian setelah lewat empat puluh hari itu, Allah, meniupkan roh, menetapkan rezeki, amal, bahagia dan sengsara, menetapkan ajal dan sebagainya.
Sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud:
Terjemahan:
"Sesungguhnya penciptaan seseorang di antara kamu disatukan dalam perut ibunya selama 40 malam dalam bentuk nuṭfah, kemudian menjadi ‘alaqah selama itu pula lalu menjadi muḍgah selama itu pula. Kemudian Allah mengutus malaikat, lalu meniupkan roh ke dalamnya, maka (malaikat itu) diperintahkan menulis empat kalimat, yaitu menuliskan rezekinya, amalnya, ajalnya, bahagia atau sengsara." (HR. al-Bukhārī dan Muslim dari Ibnu Mas‘ūd).
Dalam hadits yang lain diterangkan:
Terjemahan:
Bersabda Rasulullah SAW, “Malaikat mendatangi nuṭfah setelah menetap di dalam rahim 40 atau 45 hari, maka ia berkata, “Wahai Tuhanku: Burukkah atau untungkah?” (Lalu Allah SWT memfirmankan buruk atau baiknya), maka ditulislah keduanya (yakni buruk atau baiknya). Maka Malaikat berkata pula, “Wahai Tuhanku laki-lakikah dia atau perempuan?” (Lalu Allah SWT memfirmankan tentang laki-lakikah dia atau perempuan), maka ditulislah keduanya (yakni laki-laki atau perempuan), dan ditulislah kerja, peninggalan, ajal dan rezekinya. Kemudian ditutuplah lembaran-lembaran itu, maka apa yang telah dituliskan di dalamnya tidak dapat ditambah atau dikurangi lagi. (HR. Ibnu Abī Ḥātim dan Muslim).
Daftar Pustaka:
Qur'an Kementerian Agama, Qur'an Kemenag, https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/22?from=5&to=78, diakses pada 20 September 2026.
Sumber: Mohammad Hibatul Wafi Al Badruzzaman.






.png)





